Jauh hati mengingat perih di dasar hati
Dan saat sayapku telah kau lukai
Masih jauh langkah kaki meunuju kebahagiaan abadi
Melampaui bebatuan dan mendinginkan api
Terasa sulit untuk membuka hati
Kepada mereka yang lebih memahami
Apa hati ini telah mati ?
Atau hanya kau yang bisa memiliki ?
Jumat, 31 Agustus 2012
PERIH
Diposting oleh Elfira Rachman Setyawati di 08.42 0 komentar
TIPS 10 CARA MINUM AIR PUTIH LEBIH BANYAK
1. Jadikan minum air putih sebagai ritual pagi hari
sebelum melakukan hal lain. Siapkan 2 gelas air di samping
tempat tidur Anda sejak menjelang tidur, dan ingatlah untuk langsung meminumnya
begitu bangkit dari tempat tidur.
2. Tambahkan perasan jeruk atau lemon. Bila
bosan menyerang, kesegaran aroma dan cita rasa lemon akan membuat semangat
minum timbul lagi.
3. Perhatikan warna urine. Ketahui bahwa begitu warna
urine mulai tidak bening dan berwarna kekuningan, maka hal itu adalah alarm
atau indicator bahwa tubuh Anda mulai butuh lebih banyak cairan.
4. Air adalah terapi kecantikan. Hanya jika tubuh cukup
terhidrasi, kulit Anda akan tampil cerah, segar dan berkilau.
5. Air hangat di mug tanpa kopi atau teh. Kopi atau teh sama-sama
mengandung kafein yang bersifat diuretic, yang memaksa Anda lebih banyak
berkemih. Jadi, cobalah minum air putih hangat.
6. Minum air ketika keinginan untuk mengemil
muncul.
Ada ahli gizi yang mengatakan sering kali otak manusia salah memaknai rasa lapar
sebagai rasa haus.
7. Tiru Cara Bayi. Bayi tidak langsung minum dalam
jumlah banyak. Jadi, cobalah minum dengan mencicil segelas demi segelas setiap
beberapa jam.
8. Selalu sediakan segelas air di meja kerja Anda, yang akan menjadi reflex yang
bagus untuk minum saat Anda sedang mencari idea atau butuh sesuatu untuk
menggerakkan tangan.
9. Hentikan kegiatan fisik saat kepala terasa
ringan, pusing, atau sangat lelah, dan minumlah air putih.
10. Minum lebih banyak air sebelum, selama dan
setelah berolah raga, setidaknya setiap 15 atau 20 menit.
Diposting oleh Elfira Rachman Setyawati di 08.17 0 komentar
PILU
Hamparan pasir bercampur debu
Terdengar ombak yang menderu
Terlihat hati semakin sayu
Dan tak tahu di mana kamu
Berasa menangis hati aku
Diposting oleh Elfira Rachman Setyawati di 08.11 0 komentar
AKHIR BAHAGIA
Ada
chemistry di antara aku dan dia. Sejak aku dan dia saling kenal, kita sudah bias
memahami satu sama lain. Setelah sering ngobrol dan jalan bareng, kita semakin
dekat. Dan saat itu aku yakin, dialah yang bias mengerti aku. Dia pula yang
mengerti bagaimanakah aku. Aku berharap dapat bersama dengan dia untuk
selamanya.
Saat
jalan bareng , dia menyatakan apa yang aku harapkan. Dia menyatakan cinta saat
itu juga. Biasanya cewek pasti gengsi untuk langsung menjawab. Tapi berbeda
dengan aku, aku langsung menjawab ‘iya’. Dan aku yakin dia adalah pendaratan
terakhirku.
Diposting oleh Elfira Rachman Setyawati di 08.06 0 komentar
JUMAT KLIWON
“Tan,
kasian banget ya Syaiful Jamil”, Novi yang tidak pernah absen untuk menggosip.
“Yah,
mulai lagi nih BIGOSnya”, aku yang kadang sudah bosan dengan celotehan Novi
tentang artis-artis di TV.
Tapi di
sisi lain aku juga tidak mau mendengar hal yang berbau misteri atau yang horor-horor.
Teman-teman lain juga sudah bosan dengan berita ‘Syaiful Jamil’. Karena setiap
hari selalu muncul di TV dan dengan berita yang sama.
Aku,
Novi, Nadya, dan Septi sedang asyik bercanda dan menggosip juga sih. Hehehe…. .
Tiba-tiba Karina datang, tetap dengan gaya centilnya. Dan keliatan banget kalau
dia juga cerewet.
“Halo
semuanya! Main ke rumah dong!?”, si Karina mulai berbicara langsung mengundang
kita.
“Kapan?
Sekarang?”, tanyaku.
“Iya
sekarang Nad, Nov, Tan, Sep, Yop! Yaa.. mau yaa… . Lagian bulan syawalnya kan
juga belum habis. Jadi ceritanya kalian halal-bihalal ke rumahku. Sekalian bantuin
aku ngabisin kue”, rayu Karina.
Tanpa
berfikir panjang aku ikut dengan Karina. Karena di manapun Nadya berada di situ
juga pasti ada aku. Novi dan Septi, mereka juga ikut. Seentara Yoppy tidak bias
ikut karena ada jadwal les. Kami berlima berangkat ke rumah Karina dengan
kendaraan andalan, apalagi kalau bukan “angkutan Umum”.
Setelah
selesai makan di rumah Karina, aku langsung meminjam laptop si Karin.
“Intan!!!
Bentar-bentar. Buka tragedy Cipularang aja”, saran Nadya.
Deg! Aduh, aku berfikir sejenak. Kalau aku
nurutin Nadya aku pulang dari sini aku sendirian di rumah. Aku paling nggak
tahan melihat yang serem-serem, soalnya aku selalu merinding gitu. Di sisi lain
aku juga gak boleh egois dong? Sama aja mentingin diri sendiri.
“Hmmm,
okedeh”, jawabku sedikit gugup.
Waktu lagi
enak baca artikel sambil bergerombol. Tiba-tiba Nadya memecahkan keheningan
yang sesaat itu.
“……. Hati-hati
jika lewat di tol ini ada angin besar…… berarti…..?”
“Iya sih, emang……….. Ada yang
bilang kalau lewat daerah yang sepi kayak di tol ini trus ada angin besar…….dan,
dan ada bau anyir di dalam mobil itu berarti itu….ada…sesuatunya”, tambah
Nadya.
“Udah deh Nad, serem ah”, tanggap
Karina.
Iya nih. Liat aja sekarang hari
apa? Sekarang kan Jumat Kliwon!”, ujarku tanda ketakutan.
Tiba-tiba angin nggak enak yang
tanpa diundang lewat.
“Septi,
pulang yuk! Udah sore nih”, ajakku sambil menggayuh tas ransel coklat di
sebelah Nadya.
“Iya
Tan, aku juga udah gak tahan di sini”.
Karena
aku sudah tidak tahan melihat artikel tragedy Cipularang itu dan kejadian aneh
lainnya. Akhirnya aku memutuskan untuk berpamitan kepada Karina dan pulang
bersama Septi. Sementara teman-temanku yang lain sama sekali tidak terhiraukan
olehku.
Diposting oleh Elfira Rachman Setyawati di 07.52 0 komentar
Subscribe to:
Postingan (Atom)
