Jumat, 31 Agustus 2012

JUMAT KLIWON

                “Tan, kasian banget ya Syaiful Jamil”, Novi yang tidak pernah absen untuk menggosip.
                “Yah, mulai lagi nih BIGOSnya”, aku yang kadang sudah bosan dengan celotehan Novi tentang artis-artis di TV.
                Tapi di sisi lain aku juga tidak mau mendengar hal yang berbau misteri atau yang horor-horor. Teman-teman lain juga sudah bosan dengan berita ‘Syaiful Jamil’. Karena setiap hari selalu muncul di TV dan dengan berita yang sama.
                Aku, Novi, Nadya, dan Septi sedang asyik bercanda dan menggosip juga sih. Hehehe…. . Tiba-tiba Karina datang, tetap dengan gaya centilnya. Dan keliatan banget kalau dia juga cerewet.
                “Halo semuanya! Main ke rumah dong!?”, si Karina mulai berbicara langsung mengundang kita.
                “Kapan? Sekarang?”, tanyaku.
                “Iya sekarang Nad, Nov, Tan, Sep, Yop! Yaa.. mau yaa… . Lagian bulan syawalnya kan juga belum habis. Jadi ceritanya kalian halal-bihalal ke rumahku. Sekalian bantuin aku ngabisin kue”, rayu Karina.
                Tanpa berfikir panjang aku ikut dengan Karina. Karena di manapun Nadya berada di situ juga pasti ada aku. Novi dan Septi, mereka juga ikut. Seentara Yoppy tidak bias ikut karena ada jadwal les. Kami berlima berangkat ke rumah Karina dengan kendaraan andalan, apalagi kalau bukan “angkutan Umum”.
                Setelah selesai makan di rumah Karina, aku langsung meminjam laptop si Karin.
                “Intan!!! Bentar-bentar. Buka tragedy Cipularang aja”, saran Nadya.
                Deg! Aduh, aku berfikir sejenak. Kalau aku nurutin Nadya aku pulang dari sini aku sendirian di rumah. Aku paling nggak tahan melihat yang serem-serem, soalnya aku selalu merinding gitu. Di sisi lain aku juga gak boleh egois dong? Sama aja mentingin diri sendiri.
                “Hmmm, okedeh”, jawabku sedikit gugup.
                Waktu lagi enak baca artikel sambil bergerombol. Tiba-tiba Nadya memecahkan keheningan yang sesaat itu.
                “……. Hati-hati jika lewat di tol ini ada angin besar…… berarti…..?”
“Iya sih, emang……….. Ada yang bilang kalau lewat daerah yang sepi kayak di tol ini trus ada angin besar…….dan, dan ada bau anyir di dalam mobil itu berarti itu….ada…sesuatunya”, tambah Nadya.
“Udah deh Nad, serem ah”, tanggap Karina.
Iya nih. Liat aja sekarang hari apa? Sekarang kan Jumat Kliwon!”, ujarku tanda ketakutan.
Tiba-tiba angin nggak enak yang tanpa diundang lewat.
                “Septi, pulang yuk! Udah sore nih”, ajakku sambil menggayuh tas ransel coklat di sebelah Nadya.
                “Iya Tan, aku juga udah gak tahan di sini”.
                Karena aku sudah tidak tahan melihat artikel tragedy Cipularang itu dan kejadian aneh lainnya. Akhirnya aku memutuskan untuk berpamitan kepada Karina dan pulang bersama Septi. Sementara teman-temanku yang lain sama sekali tidak terhiraukan olehku.

0 Comments:

 

This Template is Brought to you by : AllBlogTools.com blogger templates